Archive for » January, 2012 «

Permintaan Hati

Delapan tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk terus bertahan dalam arus kegamangan hidup yang akhirnya berlalu sia-sia. Itu karena kebodohanku untuk membayar mahal apa yang telah kuperbuat. Banyak mimpi yang harus kukorbankan dan banyak luka yang telah kutoreh. Dan tak akan pernah cukup air mataku untuk mengembalikan semuanya sesuai yang kumau. Waktu takkan bisa kuputar kembali.

“Delapan tahun!” ucap Mbak Lisa. “Bukankah itu waktu yang panjang tuk mematikan kreatifitasmu?” sambungnya. “Iyaa…” jawabku, tanpa sadar air mataku membasahi kedua pipiku. Air mata ini akhirnya menipiskan sapuan halus bedak di pipiku hingga nampak tak rata lagi. “Itulah kebodohanku Mbak, dan aku tak ingin lagi merasakan bagaimana perihnya berkorban dan terkurung dalam pilihan yang olehku tak dapat kupilih”. Sejenak aku berdiam, mencoba mengatur nafas yang sudah tak beraturan. “Janganlah terlalu mencintai laki-laki dan larut dalam cinta sehingga membutakkan segalanya, tanpa mengindahkan logika” sambungku.

Di luar sana matahari seolah enggan beranjak dari peraduannya, kota ini begitu panas. Mbak Lisa mengajakku untuk mencari sesuatu yang dapat mencairkan suasana. “Ayolah Nindy, kita ke cafe seberang jalan” ajaknya. Tapi kaki ini seolah tertahan, begitu nyaman berada di ruangan ini. Kurogohkan tangan kedalam tasku lalu kukeluarkn sebatang coklat. Kusodorkan kepadanya sambil berkata “Mbak, coklat ini mampu mencarikan suasana, mampu melumerkan syaraf dan pemikiran yang berat”. Mbak Lisa menerimanya dengan senang hati dan memakannya. more »

Garis Hidup

 

garis_tanganLangit masih tetap biru meski hati dan jiwa ini semakin tak menentu warnanya, masalah ‘engkau’ tak akan pernah hadir jika alam pikiran, otak dan logika ini tak mengundangnya. Meskipun aku menyadari masalah selalu ada disekitar kita. Apapun  yang telah terjadi itu adalah hasil dari semua perkara  yang telah kita lakukan sebelumnya, aku meyakini akan satu hal “tiap-tiap diri bertangung jawab atas apa yang telah diperbuat”, aku akan mengajakmu untuk bersama-sama membentuk jiwa kita yang rapuh menjadi manusia yang lebih berakhlak, bermoral, bertangung jawab dan dapat mengambil keputusan. more »

Bakti Seorang Istri

Alkisah ada seorang istri yang sangat mencintai suaminya, dia rela melakukan apa saja demi membahagiakan suaminya. Sang suami pun sangat mencintai istrinya dan selalu memanjakan istrinya. Pada suatu pagi, sang istri menanyakan apakah sang suami ingin sarapan sebelum pergi kerja. more »

Dirimu dan Isi Kepalamu

Dirimu yang selalu mengumandangkan bahwa sosokmu terhormat,  dari kalangan baik-baik, terpelajar, berpendidikan dan masuk dalam strata kaum intelektual ternyata tak mampu tuk mengendalikan emosi dan pengembangan dari pemikiranmu sendiri.

Dirimu dan jiwamu termasuk dalam ketgori manusia kesepian, jiwamu tak mampu berdialog dengan dirimu sendiri sehingga dirimu menganggap setiap umpatan yang terucap  sebagai sesuatu yang biasa dan wajar.  Dirimu dan ideologi tertutup, dijalankan melalui mekanisme propoganda dan teror yang hanya bisa beraksi tetapi tidak pernah berinisiatif,  yang menyebabkan dirimu jatuh dalam tirani logika. more »

Mutasi !!! (It’s not a big problem as long as my brain in my head…)

Mutasi !!! wah….suatu  kejadian yang bagi sebagian karyawan (baik abdi negara maupun swasta) terkadang sangat menakutkan. Menakutkan karena jika dimutasi dari tempat yang “basah” ke tempat yang “kering kerontang” maka dapat berakibat fatal bagi kepulan asap di dapur. Bagi sebagian kita, mutasi dapat mempengaruhi kepulan asap dapur. Jika mutasi terjadi dari tempat yang basah ke tempat yang kering maka kemungkinan kepulan asap dapur akan berkurang…and vice versa. Mutasi tentu akan sangat menyenangkan jika yang terjadi adalah dari tempat yang “kering” ke tempat yang “basah”….asap dapurnya akan semakin pekat  :)
more »