Taman Kanak-Kanak dan Aku,,,,,

Kisah ini dimulai sejak aku terobsesi menjadi seorang pendidik,,, pekerjaan yang pada saat itu ku anggap sebagai pekerjaan bergengsi, penuh dedikasi dan penjiwaan. Sejak 19 tahun yang lalu, aku dan sahabatku mulai melakoni profesi guru meski hanya dalam dunia anak yang penuh khayalan dan fantasi,,,kami mengumpulkan teman sebaya kami tuk bermain menjadi pendidik dan murid,,,,,, eemmememmmm,,,, cerita indah, sederhana namun sangat berharga bagiku, itulah awal mula ambisi dan obsesi ini,,,,,

Suatu saat nanti aku ingin memiliki lembaga pendidikan yang menaungi banyak anak-anak, aku ingin menjadi pemilik sekaligus tenaga pendidiknya,,,bagiku dunia anak dunia ceria, dunia bermain, tertawa dan gembira…tanpa polesan, tanpa kebohongan

Begitu putih tak bernoda, anak-anak dengan pola dan pemikiran mereka sendiri, hingga membuatku terkagum-kagum. Meraka terlalu indah untuk disakiti,,,, mimpi ini harus terwujud, semampuku, sebisaku dan aku akan berusaha untuk mendirikan lembaga yang menaungi banyak anak,,aku ingin berbagi kehangatan ditengah mereka, tentu dengan ditemani segenggam coklat,,, yang akan kutawarkan untuk mereka. Anak-anak menjadi tolak ukur untukku, menjadi “barometer” agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak,,,,, lebih polos dan tak mengharap apapun tuk mengerjakan segala perkara yang ada di bawah matahari,,,

Anak-anak,,,,, tunggu aku, suatu saat nanti aku akan berdiri di depan kalian sebagai ibu, teman, sahabat, yang memberi kasih dengan tulus,,, memberi ilmu yang kumiliki, memberi kemampuan dan ketrampilan yang ada di kepalaku,,,,akan ku dedikasikan sepenuhnya untuk kalian,,,, Aku ingin mengajarkan bagaimana cara bercerita dengan penuh ekspresi, dengan intonasi dan mimik yang sempurna sehingga orang melihat kalian dengan kagum. Mendengarkan setiap kata yang terucap dari bibir kecil dan mungil,,,,dan selalu penasaran mengikuti alur cerita hingga selesai,,,,

Aku ingin mengajarkan kalian pembentukan dan pembangunan karakter, budi pekerti yang mulai tergeser dari makna dan paradigma sebelumnya,,,,sebagai orang timur yang memiliki tegang rasa, tepaselira, budaya bertoleransi dan budaya malu,,,,eemeemmmmm dan aku juga akan mengajarkan bahasa Jepang sebagai ekstrakulikulernya.

Mimpiku,,,,,  rasanya tak ada yang mustahil meski matahari terlalu jauh, tapi mimpiku tak akan lekang sampai tiba massanya,,,,

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
2 Responses
  1. Rendra Towidjojo says:

    cita-cita yang mulia…tidak ada yang mustahil jika kita punya niat, punya rencana, menyusun strategi untuk mewujudkan impian dan cita-cita…. Semoga berhasil yaa.. Amiiinnnn

    • Nina Lintang says:

      Amin thank you k…. smoga cita-cita ini suatu saat nanti bukan hanya menjadi impian,,,
      menjadi wanaca yang ga da realisasinya tapi ku yakin bersamamu aku pasti bisa meraih impianku dengan sempurna,,,
      thank you mikajeto
      ,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>