Reborn….

CONSTRUCTIONAkhirnya….bisa juga bernafas lega, setelah acara benah-benah rumah ini selesai….

Benar kata pepatah “membangun itu lebih mudah dari pada mejaga atau merawat”. Itu pula yang terjadi dengan rumah ini. Hampir 3 tahun yang lalu, dengan modal 150 ribu rumah ini akhirnya bisa dibeli, dibangun, dihias dan ditempati. Sungguh merupakan impian bisa memiliki rumah sendiri, yang bisa jadi tempat membagi cerita, canda atau pun menjadi tempat untuk marah-marah atau melempar kesinisan.

Namun, seiring waktu berjalan, mulailah datang kesibukan, bahkan musibah yang membuat tugas untuk merawat rumah menjadi terbengkalai. Merawat rumah sebenarnya masih bisa ditunda, paling banter rumahnya akan terlihat lusuh, kotor, tidak terawat dan seakan terlihat tak berpenghuni. Tapi ada satu yang sebenarnya tidak boleh sekali-kali ditunda. “Bayarlah iuran, pajak dan tagihan rumah Anda tepat waktu”….begitu kira-kira yang selalu harus dilakukan baik itu di awal bulan, akhir bulan atau pun di akhir tahun.

Sudah jadi resiko bagi yang suka telat membayar tagihan, listrik bisa diputus, keran air bisa tidak mengalir, Internet bisa diputus pula, bahkan yang lebih buruk, rumah bisa digusur atau diminta keluar dari rumah jika ternyata cicilan rumahnya tertunda dan tidak bisa membayar…..Ahhh, begitulah nasib rumah ini, yang sekitar 3 bulan lalu tergusur dari tumpukan rak server di Duren Tiga, Jakarta sana, dan itu hanya gara-gara telat membayar iuran sebesar 9o ribu rupiah. Akibat penggusuran, jadilah penghuni rumah ini sempat tidak memiliki rumah lagi, hidup seperti gelandangan. Ngoceh sana, ngoceh sini, nulis sana, nulis sini, nge-status sana, nge-status sini…. tanpa punya tempat yang tepat untuk menulis, mengoceh, membagi cerita dan amarah. Hanya rumah si Zuckerberg saja yang menjadi pelampiasan cerita, ocehan dan amarah tadi….Rasanya hampa dan tidak berbekas jika tidak memiliki “rumah pribadi”  yang bisa memperlihatkan perjuangan hidup…. kurang afdol pula rasanya kalo hanya ngontrak di rumah si Zuckerberg atau ngontrak di sarang “burung biru”…atau pun ngoceh di tempat-tempat kos lainnya.

Setelah sedikit terlunta-lunta…penghuni rumah ini akhirnya menyempatkan diri untuk mengurus dokumen, membayar uang pangkal lagi (kayak anak baru mau masuk SD saja :) )….dan abracadabra ….dream come true…..beberapa hari yang lalu rumah ini berdiri kembali. Dan lagi-lagi …karena kemarin, “sedikit malas” merawat dan menyimpan perabot dan lukian, beberapa sudut rumah “baru” ini terkesan hilang dan kosong. Mungkin harus jadi pelajaran lagi untuk selalu menyimpan dan merawat perabot dengan jadwal yang tepat, sehingga di kemudian hari perabot dan lukisan tadi tetap bisa hadir. Beberapa lukisan memang sedikit berubah, karena seiring waktu pula, penghuni rumah ini juga banyak yang berubah…lukisan-lukisan yang dulu mungkin hanya bisa dipajang di ruang-ruang khusus di rumah ini, tidak untuk di teras atau ruang tamu sekalipun.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari “pernah” hilangnya rumah ini, tentunya….penghuni rumah ini yang benar-benar bisa merasakan pelajaran tadi. Semoga perabot dan lukisan yang pernah hilang bisa diganti dengan perabot dan lukisan yang lebih baik, lebih dewasa dan lebih bermakna, sejalan dengan penghuni-penghuninya yang juga jauh lebih dewasa dibanding 3 tahun yang lalu…. Mari masuuukkk…..maaaf ruang tamunya, masih berdebu….   :)

#PS : ada yang bisa menterjemahkan cerita di atas? orang IT harusnya bisa….  :)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
One Response
  1. Tkus says:

    Tidak mudah menulis cerita seindah puisi. Jauh lebih sulit menerjemahkan isi hati. Hanya orang-orang dekat yang akan memahami. Apapun maknanya, saya turut bahagia karenanya. Semoga rumahmu segera berdiri. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>