Melihatmu Sendirian

old_dark_room_by_nablo92-d51vyvp.pngAku tidak pernah menyukai melihatmu sendirian di tengah keramaian. Tidak juga dengan penghayatanmu akan kata sendiri. Benar adanya, mereka lalu lalang bagai rutinitas lalu lintas tanpa pengawasan. Sesuka hati. Tapi ada yang peduli denganmu. Entah dimana. Maka, berhentilah berteman dengan sepi.

Tataplah mataku, hatiku berbisik aku melihatmu sendirian dari jauh dan tersenyum untukku sekali. Aku bisa bertahan hanya dengan melihat wajahmu sekalipun di hari yang paling gelap, apakah aku bisa lebih dekat lagi melihatmu meski itu harus membuang segala sesuatu yang ada, dengan seluruh kekuatan yang ku punya. Namun yang harus kusadari sampai kapanpun aku tak akan bisa mencapaimu kembali, aku tidak bisa mengubah keadaan dan berteriak keras menginginkanmu tetap bersamaku.

Aku marah namun tidak ada gunanya, aku hanya salah satu dari banyak orang yang akan melewatinya. meski aku sering menangis dalam mimpi, dan air mataku menguap kering di pipi, semua duka cita akan tetap abadi dalam tidur panjang, kembali aku melihatmu dalam sedirian menari bersama bayang-bayang kebahagian yang datang dengan maunya sendiri. Love u dad, Fathers and daughters never say goodbye

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>