Tag-Archive for » Cerpen «

Permintaan Hati

Delapan tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk terus bertahan dalam arus kegamangan hidup yang akhirnya berlalu sia-sia. Itu karena kebodohanku untuk membayar mahal apa yang telah kuperbuat. Banyak mimpi yang harus kukorbankan dan banyak luka yang telah kutoreh. Dan tak akan pernah cukup air mataku untuk mengembalikan semuanya sesuai yang kumau. Waktu takkan bisa kuputar kembali.

“Delapan tahun!” ucap Mbak Lisa. “Bukankah itu waktu yang panjang tuk mematikan kreatifitasmu?” sambungnya. “Iyaa…” jawabku, tanpa sadar air mataku membasahi kedua pipiku. Air mata ini akhirnya menipiskan sapuan halus bedak di pipiku hingga nampak tak rata lagi. “Itulah kebodohanku Mbak, dan aku tak ingin lagi merasakan bagaimana perihnya berkorban dan terkurung dalam pilihan yang olehku tak dapat kupilih”. Sejenak aku berdiam, mencoba mengatur nafas yang sudah tak beraturan. “Janganlah terlalu mencintai laki-laki dan larut dalam cinta sehingga membutakkan segalanya, tanpa mengindahkan logika” sambungku.

Di luar sana matahari seolah enggan beranjak dari peraduannya, kota ini begitu panas. Mbak Lisa mengajakku untuk mencari sesuatu yang dapat mencairkan suasana. “Ayolah Nindy, kita ke cafe seberang jalan” ajaknya. Tapi kaki ini seolah tertahan, begitu nyaman berada di ruangan ini. Kurogohkan tangan kedalam tasku lalu kukeluarkn sebatang coklat. Kusodorkan kepadanya sambil berkata “Mbak, coklat ini mampu mencarikan suasana, mampu melumerkan syaraf dan pemikiran yang berat”. Mbak Lisa menerimanya dengan senang hati dan memakannya. more »