Tag-Archive for » dirimu «

Cinta Sederhana

jatuh-cintaffKala itu malam semakin larut, dingin menyayat raga, teman terindah adalah nyayian burung malam dan rinai merdu suara hujan langkah kakiku semakin kaku, tapi tak sedikitpun aku khawatir karena ku tahu  dirimu selalu ada untuk  menemaniku sepanjang perjalanan ini. Meski peluk tak selalu bisa terdekap, namun aku bisa merasakan hal yang sama untuk menjaga setia.

Hujan kala itu menyakinkanku semuanya akan baik-baik saja, saat kita merasakan betapa bahagia berada disini diantara milyaran manusia.  Aku tahu banyak hati diluar sana yang bisa menjadi pilihanmu, bisa menemani sepimu, bermalam larut bersamu. cinta  sederhana adalah hal yang luar biasa, aku memilih tuli, aku bisa memilih buta untuk cinta yang tak bersyarat karena untukmu cinta bukanlah perkara siapa yang lebih superior dari siapa, cinta adalah perkara komitmen membahagiakan.

Cinta sederhana meski hati tak sesederhana cinta. katamu tak perlu memikirkan hal tersulit dalam sebuah kenyamanan, katamu cinta sederhana selalu memiliki ruang berbicara dan berdiskusi soal apa saja, menerima dan memberi tanpa membenarkan diri masing-masing, cinta sederhana bukanlah ego teritorial  dan untuk yang satu itu terlalu sulit ku telaah, tapi tak mengapa karna aku selalu menanti setiap kata yang terlontar darimu. more »

Melepasmu

sorrowDadaku penuh sesak dengan kecemburuan.
kecemburuan yang sebenarnya tidak berhak ada dan tidak boleh ada. perasaan-perasaan konyol yang muncul karena rasa ingin memiliki yang terlalu padahal berulang kali aku sudah berjanji, kepadamu aku tak mau memiliki. kamu bukan benda. kamu manusia. aku mencintaimu sebagai manusia, sebagai sesosok individu yang memiliki kehendak merdeka dan punya
hak untuk ada. Aku tak mau menjadikanmu lebih rendah dariku dengan melabelimu milikku.

aku menginginkanmu untukku sendiri, ini egois, aku
ingin membebaskanmu. aku sudah pernah berjanji
bukan? dalam hubungan ini aku tak menuntutmu
bersetia, aku menuntutmu bahagia.
aku menyadari diriku sendiri, siapalah aku yang
menginginkanmu untuk diriku sendiri, siapalah aku
yang hendak memaksamu tunduk.
ini bukan perkara siapa yang lebih superior dari siapa.
ini perkara komitmen membahagiakan, dan kepadamu
yang aku cintai dengan parang di hulu leherku, aku tak
bisa memaksa. more »

Jaringan Bit

cloudMaafkan  aku suka mengintip. Mengintip wajahmu dalam jaringan bit. Yang melengkung luas seperti gurun, namun syahdu seperti senja warna emas pada bulan Januari. Tapi kau selalu meracau. Aku tahu kamu tak sempurna. Namun aku selalu bergumam, tentang betapa sempurna, indah dan sederhananya dirimu, aku pun juga tak lengkap adanya.

ku rindu mata sendu dan langit-langit dahimu yang rubuh itu. aku suka melamun saat kau bicara. kita tak perlu kencan, hanya diam-diam saja. memandangi matahari yang terbenam di pinggir pantai saling mengusap, saling menguatkan, seolah mengatakan..tenang, semua akan baik2 saja sayang… bukankah syahdu saat kau bilang ‘gila, tuhan pinter ya bikin momen’. tapi buatku tetap ‘gila, hebat ya tuhan bikin kamu’. more »

Dunia Kita

Aku akan membuatmu percaya.  kau akan nyaman didekatku cukup nyaman untuk bercerita soal amarah, luka dan tragedi masa silam. Aku tentunya hanya bisa diam mendengar, sampai pada akhirnya aku akan berceloteh tentang banyak hal yang membuatmu lupa dan  kekasihmenertawakan apa yang menjadi sisa hidupmu dengan lebih banyak belajar dan berbagi. ketimbang diam dan mengutuk diri sendiri. kamu akan sedikit  tenang dan lebih bijak karena bebanmu tak lagi dipikul sendirian.

kamu dan aku akan bergantian membaca buku kadang aku tertidur di pangkuanmu, kadang kau bersandar di pungungku lantas kita akan berdebat mana yang lebih keren antara LORDS OF THE RING atau HARRY POTTER. kita akan saling mengoda tentang siapa yang lebih pantas menyadang pewaris CHAIRIL ANWAR, Subagio Sastrowardoyo atau Sapardi Djoko Damono. more »

Untukmu yang kamu tahu siapa

rainApa kabar? Apakah Kamu sudah tersenyum hari ini? Aku harap demikian, karena Aku percaya, selalu percaya, mendung kelam yang menimpa hari-hari belakangan. Adalah karena Kamu menyembunyikan sinar matahari hangat itu dalam cemberut wajahmu yang teduh itu. Tahukah kamu ? Seperti halnya hari-hari dalam bulan Desember, hujan tak lagi datang dengan menyapa. Ia datang datang tiba-tiba, tanpa pamit, seringkali diam diam. Serupa kentut yang tak tertahan, berhembus diantara barisan awan mendung yang kelam itu. Karena entah mengapa, mungkin langit dan seluruh umat manusianya lupa akan indahnya senyum yang mampu kamu buat itu.

Adakah Kamu senang hari ini ? Aku mencintai mendung, mendung yang gelap, mendung yang muram dan mendung yang lelet. Entah mengapa mendung itu selalu syahdu buatku, selalu tenang, dan selalu lekat. Seolah olah segala waktu itu melambat dalam segala keabu-abuan. more »