Tag-Archive for » Kamu «

Kebesaran Jiwa

jatuh-cintaff

Tahukah kau bahwa mencintai seseorang butuh kebesaran jiwa?

Pertama, kebesaran jiwa untuk menerima dirimu apa adanya. kebesaran jiwa itu yang menuntunku senantiasa mengali sisi-sisi terbaik dari kita berdua. I’m so glad we’ve made it.

Kedua, Kebesaran jiwa untuk menambal kekurangan-kekuranganku, agar pantas menerima cintamu, agar engkau bangga memilikiku, seperti bangganya aku memilikimu.

Ketiga, kebesaran jiwa untuk berteguh dengan komitmen kita. meskipun aku tahu, sangat sulit untuk bersetia, tapi aku lebih yakin lagi, bahwa ketika aku menghargaimu dan menempatkan engkau dalam tempat terkhusus sebagai belahan jiwaku, aku akan mampu bersetia. Tuhan tidak pernah menciptakan dua hati dalam satu rongga, bukan? more »

Dunia Kita

Aku akan membuatmu percaya.  kau akan nyaman didekatku cukup nyaman untuk bercerita soal amarah, luka dan tragedi masa silam. Aku tentunya hanya bisa diam mendengar, sampai pada akhirnya aku akan berceloteh tentang banyak hal yang membuatmu lupa dan  kekasihmenertawakan apa yang menjadi sisa hidupmu dengan lebih banyak belajar dan berbagi. ketimbang diam dan mengutuk diri sendiri. kamu akan sedikit  tenang dan lebih bijak karena bebanmu tak lagi dipikul sendirian.

kamu dan aku akan bergantian membaca buku kadang aku tertidur di pangkuanmu, kadang kau bersandar di pungungku lantas kita akan berdebat mana yang lebih keren antara LORDS OF THE RING atau HARRY POTTER. kita akan saling mengoda tentang siapa yang lebih pantas menyadang pewaris CHAIRIL ANWAR, Subagio Sastrowardoyo atau Sapardi Djoko Damono. more »

Perempuan Dalam Guratan Dendam

Aku tak mengerti mengapa dendam  tak lekang dan terlepas dari kehidupan,  tapi yang ku tahu dendam yang baik adalah dendam yang tak membalasnya dengan kejahatan, dendam yang baik adalah dendam yang mampu  membalasnya dengan prestasi,  menunjukan diri menjadi jauh lebih berguna, bisa dihargai,  dipandang dengan kemampuan baik  secara pemikiran, bersikap, bertindak  lebih bisa menempat diri dimana pun berada.  Menghormati  keberadaan satu dengan yang lainnya.

Ingin kutunjukan pada dunia bahwa aku  bukanlah perempuan  yang   jiwanya terpenjara dalam tirani idiologi dan idealisme yang menyimpang, aku akan terus mangasah kemampuanku, mengasah otakku agar dapat diperhitungkan dan tak  semenah-menah disingkirkan dari peradabanku more »

Garis Hidup

 

garis_tanganLangit masih tetap biru meski hati dan jiwa ini semakin tak menentu warnanya, masalah ‘engkau’ tak akan pernah hadir jika alam pikiran, otak dan logika ini tak mengundangnya. Meskipun aku menyadari masalah selalu ada disekitar kita. Apapun  yang telah terjadi itu adalah hasil dari semua perkara  yang telah kita lakukan sebelumnya, aku meyakini akan satu hal “tiap-tiap diri bertangung jawab atas apa yang telah diperbuat”, aku akan mengajakmu untuk bersama-sama membentuk jiwa kita yang rapuh menjadi manusia yang lebih berakhlak, bermoral, bertangung jawab dan dapat mengambil keputusan. more »

Dirimu dan Isi Kepalamu

Dirimu yang selalu mengumandangkan bahwa sosokmu terhormat,  dari kalangan baik-baik, terpelajar, berpendidikan dan masuk dalam strata kaum intelektual ternyata tak mampu tuk mengendalikan emosi dan pengembangan dari pemikiranmu sendiri.

Dirimu dan jiwamu termasuk dalam ketgori manusia kesepian, jiwamu tak mampu berdialog dengan dirimu sendiri sehingga dirimu menganggap setiap umpatan yang terucap  sebagai sesuatu yang biasa dan wajar.  Dirimu dan ideologi tertutup, dijalankan melalui mekanisme propoganda dan teror yang hanya bisa beraksi tetapi tidak pernah berinisiatif,  yang menyebabkan dirimu jatuh dalam tirani logika. more »