Perempuan Dalam Guratan Dendam

Aku tak mengerti mengapa dendam  tak lekang dan terlepas dari kehidupan,  tapi yang ku tahu dendam yang baik adalah dendam yang tak membalasnya dengan kejahatan, dendam yang baik adalah dendam yang mampu  membalasnya dengan prestasi,  menunjukan diri menjadi jauh lebih berguna, bisa dihargai,  dipandang dengan kemampuan baik  secara pemikiran, bersikap, bertindak  lebih bisa menempat diri dimana pun berada.  Menghormati  keberadaan satu dengan yang lainnya.

Ingin kutunjukan pada dunia bahwa aku  bukanlah perempuan  yang   jiwanya terpenjara dalam tirani idiologi dan idealisme yang menyimpang, aku akan terus mangasah kemampuanku, mengasah otakku agar dapat diperhitungkan dan tak  semenah-menah disingkirkan dari peradabanku

“Aku perempuan yang memiliki kekuatan jauh lebih hebat di banding kalian wahai penguasa dan pemegang berbagai kebijakan atas  kendali telunjuk”.  Aku selalu berdiri di garda depan membela kaumku yang bagi sebagian mata adalah jiwa-jiwa yang terpenjara dalam keheningan malam.  Hanya bisa menumpahkan kekesalan, kebencian dan amarah  dalam tangisan,

Tapi itu sungguhlah angapan yang naif perempuan yang maju adalah perempuan yang mampu menghapus anggapan-anggapan tentang ketidakmampuannya, selalu lebih arif dan bijaksana ,  hidup terstruktur ,  memiliki pemikiran- pemikiran  yang indah. Selangkah lebih maju mampu  mengangkat derajatnya, dan menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur.  Karena tingkat kecerdasan seseorang sama sekali tidak  menjamin memiliki budi pekerti yang luhur dan kenyataan seperti itu sangatlah menyedihkan.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>