Filosofi truk Sampah

garbage-truckApa yang terfikir dibenak kita, saat sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang, memecah harga diri seperti bongkahan es yang mencair. Seberapa seringkah kita  membiarkan orang lain mengubah mood kita? Apakah kita membiarkan supir bemo yang sembrono, pramusaji yang kasar, bos yang emosi, atau rekan kantor yang tidak  memiliki perasaan  menghancurkan hati kita? Hati kita diciptakan begitu sempurna hati kita  tidaklah terbuat dari segumpal plastik yang dirakit menjadi robot bernyawa, ya terkecuali kita memang memiliki naluri menjadi robot  dengan sadarnya kita akan membalas memaki, memarahi mereka.

Banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan dengan penuh sampah, penuh dengan frustasi, penuh amarah, dan penuh dengan kekecewaan. Dan ketika sampah-sampah mereka mulai menumpuk, mereka perlu tempat untuk membuangnya. Dan tanpa kita sadari, mereka akan membanjiri sampah-sampah tersebut  pada diri kita. Bila seseorang ingin membuang sampah pada diri kita, jangan disimpan dalam hati. Kita hanya perlu tersenyum, melambaikan tangan, dan berharap mereka cepat pulih, dan kita  tetap dapat melanjutkan kembali  pekerjaan yang sudah menanti sentuhan dari pemikiran kita. Dan satu yang harus di yakini dengan pasti hati kita akan senang, jauh lebih baik setelah melakukannya.

Mulai sekarang marilah kita  berpikir, seberapa sering kita membiarkan  ‘Truk Sampah’ mempengaruhi kehidupan kita? seberapa sering kita  mengambil sampah dan  menularkannya kepada orang lain di tempat kerja, rumah, bahkan di  jalanan? untuk itu sudah seharusnya kita membuat sebuah kesepakatan, yang dapat berkompromi dengan hati kita dan orang-orang  yang kita sayangi, bahwa kita tak  pernah akan membiarkan truk sampah  masuk mengerogoti  kehidupan kita.

apabila orang lain menganggap diri kita sampah atau seperti sampah, tunjukanlah bahwa walaupun mungkin secara fisik demikian tetapi perilaku kita tidak merugikan orang lain bahkan perilaku kita dapat berguna untuk orang banyak, berikanlah senyuman terindahmu untuk orang yang mengejekmu agar hatinya yang kotor oleh sampah kesirikan, kecemburuan, kedengkian, lambat laun tersiram oleh kesejukan senyuman itu.

Namun, CIRI KHAS dari orang yang sukses adalah seberapa cepat dia dapat kembali dia berfokus pada apa yang penting.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>